Showing posts with label FILOSOFI JAWA. Show all posts
Showing posts with label FILOSOFI JAWA. Show all posts

Tuesday, 17 October 2017

PITUTUR LUHUR: Filosofi Jawa Ala lan Becik Iku Gandhengane (Baik dan Buruk itu saling berpasangan)


Pitutur Luhur
Beberapa waktu yang lalu teman saya kehilangan orang yang paling dicintai, Neneknya meninggal dunia karena sakit. Rasa sedih pastilah menginggapi sanubarinya, tetapi dengan tenang ia dapat mengontrol diri untuk tidak berlarut dalam kesedihan.

Ya, teman saya memang orang yang mempunyai prinsip kejawen yang kuat, tidak pernah saya melihatnya mengeluhkan bencana yang menghampiri keluarganya. Memang pengalaman hidup yang dihadapinya telah banyak mengajarkan arti "sumarah", atau berpasrah kepada yang Maha kuasa, Allah Azza Wa Jalla.

Dalam prinsipnya segala sesuatu yang ada di dunia ini sudah berpasang-pasangan, "Ala lan becik iku wis gandhengane, Kabeh kui saka kersaning Allah (Baik dan buruk itu sudah berpasangan, semua karena kehendak Allah)". Bila kita mencermati apa yang menjadi prinsipnya, terasa benar apa yang dikandung dalam prinsip ini, yaitu keharusan seseorang untuk menyadari bahwa nasib baik maupun buruk yang menimpa seseorang adalah kehendak dari Tuhan.

Setiap orang tidak akan mampu mengatur dan menentukan sendiri nasibnya. Bahkan seorang ahli nujum terhebat sekalipun hanya mampu meraba dan menebak tanpa pernah mampu memahami kepastian nasib orang yang sedang diramalnya.

Prinsip dalam filosofi jawa ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa, dalam kehidupan kita akan selalu mengalami dua kenyataan hidup, baik, buruk dan bahagia, duka cita. Tidak ada seorangpun dalam dunia ini ayang akan selalu merasa bahagia ataupun berduka selamanya, karena ketika kebaikan itu ada, keburukan pun ada bersamanya.

Nasib baik dan nasib buruk merupakan hal alamiah yang berada dalam kekuasaan Allah, hak prerogatifNya.Meskipun demikian prinsip ini tidak mengajarkan keputus asaan, tetapi mengajarkan bahwa tidak ada yang perlu disesali atas apapun yang menimpa, tugas kita hanya sumarah yaitu berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan dengan segenap keyakinan kepada kehendakNya.

Dalam filosofi China yang diajarkan oleh I Ching dinyatakan, "Kekuatan Illahi sudah mulai bekerja, kekuatan besar yang tidak tertandingi. Berdayakan pula dirimu dan berkaryalah terus menerus".

Tetapi memang tidak mudah untuk menerapkan prinsip dan nilai nilai filosofi jawa ini, dibutuhkan banyak hal dan tantangan sebagai proses pencapaian kekuatan mental agar prinsip ini tertanam dalam sanubari dan secara otomatis melandasi setiap gerak langkah kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena itulah mencoba untuk tidak meratapi bencana atau keburukan yang terjadi dan berusaha berfikir positif mungkin jauh lebih baik sebagai awal penerapan prinsip jawa yang adiluhung ini.

Semoga kita menjadi bagian dari orang yang selalu berpasrah, la haula wala quwwata illa billah ...

Friday, 10 March 2017

FILOSOFI HIDUP: MINDSET PEMENANG, RAIH KESUKSESAN HIDUP


Menjadi pemenang dan hidup dalam keleluasaan adalah tujuan yang pantas bagi setiap orang. Tetapi, kita selalu menciptakan hambatan kita sendiri dalam mencapai tujuan yang wajar ini, dengan mempersempit ruang batas antara kemungkinan dan ketidak mungkinan ke dalam diri kita sendiri, sehingga kita menjadi minim alternatif, tidak kreatif dalam menghadapi suatu masalah, akhirnya hidup kita terbatasi ruang gerak kita dan menjadi pengap, membosankan.

Hampir semua orang mengira bahwa rintangan terbesar dalam mewujudkan suatu tujuan, berada di luar diri mereka. Kita sering mendengar, "Tidak mungkin aku bisa menjadi seorang dokter, biaya sekolah kedokteran kan mahal, dari mana biaya itu aku dapatkan?" atau mungkin, "Kita tidak mungkin mencapai level 10 besar karena persaingan di bisnis ini sangat ketat, mereka mempunyai dana yang lebih besar dari kita!!"

Tetapi benarkah "rintangan yang sesungguhnya" berada di luar diri kita?


Sebelum dan sampai di perang dunia ke II, para ahli penerbangan, selalu membahas tentang "sound barrier" atau batas kecepatan pesawat agar dapat terbang, berdasarkan pengetahuan mereka para ahli berpendapat dan pesawat terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan suara 300 m/detik atau sekitar 1.080 km/jam akan meledak, karena benturan besar dengan udara. Tetapi ada satu orang yang menentang teori itu Chuck Yeager, Yeager telah melakukan penelitian penelitian dan inovasi inovasi dalam bidang penerbangan dan aerodinamika, tujuan Yeager adalah menciptakan "Pesawat Supersonic". Banyak ilmuwan yang skeptik, apatis dan sinis dengan ide Yeager, karena pada masa itu teori yang berkembang adalah mustahil menerbangkan pesawat dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, pesawat dengan kecepatan dibawah kecepatan suara akan bisa terbang mulus karena jalannya didahului dengan suara raungannya sendiri yang membelah udara di depannya untuk membuka jalan dan menghilangkan benturan.

Sedangkan untuk pesawat yang melebihi kecepatan suara akan meninggalkan ruang kosong di belakangnya dnegan sangat cepat sehingga akan menimbulkan efek ledakan dahsyat yang bisa menghancurkan pesawat, karena itulah para ilmuwan mengatakan bahwa proyek pesawat super sonic adalah misi bunuh diri.

Tetapi dalam sejarah, Yeager berhasil mematahkan asumsi para ahli. Pada tanggal 14 Oktober 1947 dengan Bell X-1 dia berhasil menerbangkan pesawat supersonic, dan mulai saat itulah peswat super sonic diproduksi oleh perusahaan penerbangan Inggris dan Perancis dan digunakan hinggan saat ini, dengan peswat super sonic, jarak bukan menjadi halangan lagi, orang bisa bepergian ke belahan dunia lain dalam waktu yang singkat, mungkin Anda juga adalah penikmat penggunaan Pesawat Super Sonic ini, bukan?

Kisah ini menginspirasi kita, betapapun banyak rintangan dan hambatan serta kemustahilan, setiap mimpi mempunyai jalannya sendiri untuk terwujud. Rintangan di luar memang ada, tetapi rintangan terbesar ada dalam diri kita sendiri, apabila kita bisa mengeliminasinya kita akan menjadi pemenang dalam mencapai tujuan hidup kita. Semua hal kembali lagi kepada Persepsi kita dalam memandang sesuatu.

Mungkin kita masih ingat dengan Pemilu Presiden tahun 2014 yang menguras banyak tenaga dan pikiran anak bangsa ini? yah, dalam pilpres itu ada 2 pasang calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo/Hatta dan Jokowi/Jusuf Kalla, semua orang pasti mengetahui tentang profil dari calon calon ini yang terpaut bagaikan langit dan bumi, ya Prabowo adalah seorang putra pendiri bangsa, Mantan Danjen Kopassus dan Menantu Mantan Presiden Suharto dan bisa dikatakan sebagai kalangan ningrat, sedangkan Jokowi adalah anak desa yang memulai karir politiknya dari Wali kota Solo. Pun demikian dari kalangan legislatif dukungan terbesar berada di kubu Prabowo/Hatta. Hal ini sempat menyiutkan nyali orang orang disekitar Jokowi, tetapi pada akhirnya Jokowi menjadi presiden ke 7 Indonesia, bahkan banyak yang meragukan kemampuannya untuk memimpin, tetapi bisa dibilang sampai dengan hari ini Beliau masih memimpin dnegan baik, pembangunan lancar dan berjalan bagus serta trik politiknya yang halus membuat lawan lawan politiknya berpindah haluan dan mendukung pemerintahannya, coba bandingkan dukungan legislatif sekarang perbandingannya terbalik dengan ketika pemilihan presiden.

Hidup sebagai pemenang untuk mencapai tujuan hidup kita, cara yang paling relevan adalah dengan menghancurkan setiap belenggu yang mempersempit ruang gerak dan kreatifitas kita, sehingga kita lebih leluasa mengeksplorasi pemikiran kita untuk menjadi pemenang yang sesungguhnya.

Jadilah Pemenang!!!


Sumber: Buku Bo Wero, tips Mbeling meyiasati hidup karya Pakde Wandi S Brata.



Tuesday, 19 July 2016

FILOSOFI HIDUP: MBEGEGEG UGEG UGEG HEMEL HEMEL SAK DULITO


Sang Hyang Ismaya yang banyak dikenal dengan nama Semar adalah salah satu potret kesederhanaan masyarakat jawa, dalam kisah pewayangan Semar adalah nama batur (abdi) dari kesatria pandawa yang bertugas mengasuh pandawa, dan yang paling sering diiikuti adalah Raden Harjuno (Raden Janoko). dalam setiap kemunculannya Semar selalu di dampingi oleh putra-putranya yang tergabung dalam grup Ponokawan (mungkin mirip grup Warkop, karena kekonyolannya).

Dalam banyak kisah pewayangan jawa, Semar digambarkan sebagai seorang tua berwajah jelek, dengan hidung pesek, tetapi mempunyai kebijaksanaan yang sejajar dengan Bathara Kresna, dalam filosofi jawa, Semar banyak digambarkan sebagai lurah yang adil dan bijaksana. banyak pitutur luhur yang disampaikan Semar kepada para asuhannya (Pandawa). filosofi Semar mengajarkan kita untuk tidak melihat segala sesuatu dari luarnya saja, bisa jadi apa yang kita lihat tidak seperti apa yang kita bayangkan.

Pitutur luhur yang paling terkenal dari Semar adalah "MBEGEGEG, UGEG-UGEG, HEMEL-HEMEL SAKDULITO", karena dalam setiap kemunculan Semar, kata inilah yang pertama muncul. Bagi masyarakat jawa jaman sekarang mungkin tidak terlalu memperhatikan atau bahkan ada yang tidak paham arti dari kata kata tersebut. Kata MBEGEGEG berarti DIAM, UGEG-UGEG berarti BERGERAK, HEMEL-HEMEL berarti MAKAN dan SAKDULITO artinya cuma SAKDULIT (sangat sedikit). Kata ini mempunyai filosofi yang sangat luhur dalam bahasa indonesia dapat diartikan, "Jika ingin makan, jangan hanya diam,tapi bergeraklah (bekerja), biarpun sedikit jika itu hasil kerja akan membawa keberkahan dalam hidup".

Pada masa sekarang yang serba instan, orang dididik untuk menjadikan segala sesuatu untuk dapat cepat diraih tanpa memperdulikan jalan yang diambil, bahkan sebagian orang tidak mau berusaha dan hanya menggantungkan diri kepada orang lain.

filosofi MBEGEGEG UGEG-UGEG HEMEL HEMEL SAKDULITO, mengajarkan kita untuk bekerja dan berusaha untuk mendapatkan hasil yang bisa untuk menghidupi keluarga, dalam kata lain jika kita ingin makan (sejahtera/sukses) kita harus bekerja dan tidak berpangku tangan, walaupun sedikit hasilnya jika itu hasil yang halal akan mencukupi semua kebutuhan kita.

semoga bermanfaat, kunjungi terus blog ini untuk filosofi yang lebih cetar lagi...